Dalam cerita rakyat Jawa, Semarjitu dikenal sebagai pelindung dan pembimbing masyarakat. Ia adalah tokoh sentral dalam wayang kulit, pertunjukan wayang kulit tradisional Jawa yang menceritakan kisah-kisah dari epos Hindu Ramayana dan Mahabharata.
Semarjitu adalah tokoh bijak dan komedi yang menjadi mentor bagi para pahlawan dalam cerita. Ia sering digambarkan sebagai pria pendek jongkok dengan perut besar bulat dan kepala botak. Terlepas dari penampilannya, Semarjitu sangat lincah dan kuat, serta ia memiliki kekuatan magis yang ia gunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Dalam pertunjukan wayang kulit, Semarjitu biasanya menjadi wayang kulit pertama yang tampil di panggung, menandakan dimulainya pertunjukan. Ia selalu ditemani ketiga putranya, Gareng, Petruk, dan Bagong, yang juga merupakan tokoh penting dalam cerita rakyat Jawa.
Semarjitu dipuja oleh masyarakat Jawa karena kebijaksanaan, humor, dan kebaikannya. Ia dipandang sebagai simbol perlindungan dan bimbingan, dan kehadirannya dalam pertunjukan wayang kulit diyakini membawa keberuntungan dan berkah bagi penontonnya.
Selain perannya dalam wayang kulit, Semarjitu juga merupakan tokoh populer dalam budaya dan seni Jawa. Gambarannya dapat ditemukan dalam lukisan, patung, dan bentuk seni tradisional Jawa lainnya, di mana ia sering digambarkan bersama putra-putranya atau melakukan tindakan kepahlawanan.
Secara keseluruhan, Semarjitu adalah tokoh yang dicintai dalam cerita rakyat Jawa, dihormati karena kebijaksanaan, humor, dan kasih sayang. Perannya sebagai pelindung dan pembimbing masyarakat menjadikannya sebagai tokoh sentral dalam kebudayaan Jawa, dan kehadirannya dalam pertunjukan wayang kulit terus menginspirasi dan menghibur penonton hingga saat ini.

